Kurikulum Portipe Sebagai Aksi Pemulihan Pembelajaran

 

Kurikulum Portipe Sebagai Aksi Pemulihan Pembelajaran


Boyolali, 10 Januari 2022 – Pemerintah akan menerapkan kurikulum baru mulai awal pembelajaran tahun 2022, yaitu kurikulum portipe. Kurikulum baru ini memungkinkan siswa untuk lebih merdeka dalam menentukan pilihan mata pelajaran sesuai bidang yang diminati dan sesuai dengan cita-cita mereka, sebab kotak jurusan akan dihapus dijenjang SMA.

Kurikulum ini diciptakan sebagai aksi lanjutan dari kurikulum darurat yang telah diterapkan sebelumnya. Hasil evaluasi yang dilakukan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) menunjukkan bahwa sekolah-sekolah yang menggunakan Kurikulum Darurat lebih maju empat sampai lima bulan belajar daripada yang menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh.

Oleh karena itu, Kemendikbudristek berencana akan memberikan opsi kebijakan kurikulum untuk pemulihan pembelajaran, salah satunya melalui Kurikulum Prototipe yang merupakan lanjutan dari Kurikulum Masa Khusus Pandemi Covid-19 atau Kurikulum Darurat. Namun, Kepala BSKAP tetap mempersilakan sekolah untuk menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan sekolah.

“Kurikulum Prototipe sebagai tambahan aksi. Bagi satuan pendidikan yang tetap menerapkan Kurikulum 2013 apa adanya silakan. Sekolah yang sudah menggunakan Kurikulum Darurat juga silakan memilih, apakah akan tetap menerapkan Kurikulum Darurat atau Kurikulum Prototipe,” tutur Anindito.

Dalam pemaparannya, Kepala BSKAP menjelaskan bahwa Kurikulum Prototipe bertujuan untuk memberi ruang yang lebih luas bagi pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa, seperti literasi dan numerasi.

Sekolah, lanjut Anindito, akan diberikan waktu yang cukup untuk mempelajari konsep Kurikulum Prototipe sebelum menyatakan minat untuk menerapkan. Kemendikbudristek juga akan memfasilitasi kepala sekolah dan guru mengikuti pelatihan agar bisa menerapkan Kurikulum Prototipe sesuai kemampuan dan konteksnya.
 
Kepala BSKAP juga membeberkan tiga karakteristik utama Kurikulum Prototipe yang dinilai dapat mendukung pemulihan pembelajaran. Pertama, pengembangan kemampuan non-teknis (soft skills) dan karakter mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis proyek. Kedua, Kurikulum Prototipe berfokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

"Ketiga, fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal," jelas Anindito.

Perancangan kurikulum sekolah pun dapat diatur dengan lebih fleksibel. Dalam Kurikulum Prototipe, lanjut Anindito, tujuan belajar ditetapkan per fase, yakni dua hingga tiga tahun, untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah. Selain itu, jam pelajaran ditetapkan per tahun agar sekolah dapat berinovasi dalam menyusun kurikulum dan pembelajarannya.

Untuk mendukung penerapan Kurikulum Prototipe, Widyaprada Ahli Madya Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP Kaltim) Kalimantan Timur Rita Zahra menyampaikan, LPMP Kaltim akan menyediakan pelatihan mandiri dalam berbagai level kompleksitas yang dapat diikuti oleh satuan pendidikan.

Menurut Winarni (52) guru SMA Negeri 1 Andong, berpendapat bahwa menurutnya, kurikulum portipe ini merupakan langkah yang tepat untuk dilaksanakan dalam pembelajaran karena dengan kurikulum ini, siswa akan diberi kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang diminati dan sesuai dengan cita-citanya sehingga akan membantu dalam mewujudkan cita-cita mereka.

“Namun sebagian guru mata pelajaran bahasa asing seperti saya agak sedikit khawatir karena mungkin akan kekurangan jam mengajar” lanjutnya.

Kesuksesan implementasi Kurikulum Prototipe ini terdapat dua hal yang harus dipastikan keterlaksanaannya yaitu tentang Apa yang harus dilakukan sekolah? Bagaimana sekolah mampu dengan baik membuat kurikulum operasional satuan pendidikan? Apa yang harus dikuasai guru? Guru harus mau berubah dengan paradigma baru dan menguasai minimal dua model pembelajaran yaitu Project Based Learning (PjBL) dan Teaching at the Right Level (TaRL). Karena hal ini sesuai dengan ungkapan berikut: “Didiklah anakmu sesuai zamannya karena mereka tidak hidup di zamanmu” (Ali bin Abi Thalib). (rn1/zal)

Kurikulum darurat yang telah diterapkan saat pandemi saja sudah maju lebih awal, apalagi kurikulum portipe ini? Karena kurikulum portipe berbasis guru bergerak, sebagai penggerak dan menggerakkan, sehingga tidak banyak tuntutan dan lebih fleksibel untuk disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.

Meskipun ada beberapa sekolah yang berpendapat bahwa kurikulum portipe akan merpotkan sekolah, terutama sekolah swasta karena pemerintah memberi kebebasan memilih tanpa melihat kesiapan sekolah. Seperti pendapat Doni "Utamanya merepotkan sekolah swasta. Pemerintah hanya menawarkan tanpa melihat kesiapan sekolah terutama sekolah swasta," kata Doni dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI, dikutip Kamis 20 Januari 2022.

Sumber :

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/12/kurikulum-prototipe-sebagai-opsi-dukung-pemulihan-pembelajaran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Berita